Jumat, 11 Februari 2011

Sekilas Tentang Kurikulum untuk RSBI

Telah sering kita mendengar tentang sekolah ‘bertaraf’ Internasional, atau sering disingkat SBI. Apa yang membedakan sekolah tersebut dengan sekolah ‘biasa’?
Pada dasarnya, RSBI ditugaskan oleh pemerintah untuk mengadopsi kurikulum dari salah satu negara anggota OECD, yaitu negara - negara yang dianggap sudah maju dan mapan, untuk diterapkan di sekolah tersebut. Hal ini dengan harapan bahwa poin - poin tertentu yang baik dari sistem pendidikan negara maju tersebut dapat diadaptasikan dan diterapkan di sekolah tersebut, untuk selanjutnya (nantinya) dikembangkan ke sekolah lain di lingkunannya.
Dalam pelaksanaannya, karena kendala bahasa, hampir selalu negara rujukan adalah negara yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Ini disebabkan bahasa asing yang paling sering dikuasai pendidik adalah bahasa Inggris.
Diantara negara - negara berbahasa Inggris dalam OECD, sistem pendidikan dari Inggris, yaitu Cambridge International Education, adalah yang paling mudah diadopsi, dan karenanya termasuk yang paling populer. Sistem lain yang juga populer adalah International Baccalaureate (IB), dan yang agak jarang adalah Edexcel.
Sistem CIE pada prinsipnya mirip TOEFL: siswa dibebaskan bagaimana mereka akan belajar (di sekolah / lembaga pendidikan, otodidak, diajar orang tua sendiri, tutorial privat, dll) , berapa lama jangka waktunya (umumnya 1 - 3 tahun), buku dan alat bantu lain, dan lain - lain. Yang penting, pada saat ujian (dilaksanakan serentak di seluruh dunia), meraka lulus, maka akan mendapat Sertifikat yang menjelaskan kelulusan mereka pada mata pelajaran apa dan dengan tingkat apa. Misal, Matematika dengan Grade B, Fisika dengan grade D, dan seterusnya. Hanya siswa yang lulus pada mata pelajaran tersebut yang mendapat setifikat. Mata pelajaran yang gagal tidak tercantum dalam sertifikat, dan bila tidak ada mata pelajaran sama sekali yang lulus, maka tidak akan mendapat sertifikat.
Perbedaan dengan sistem TOEFL (dan Ujian Nasional kita) adalah tingkat detail kejelasan mengenai apa yang akan diujikan. Istilah yang digunakan untuk mata pelajaran adalah ’silabus’. Silabus dipublikasikan 3 tahun sebelum ujian dilaksanakan, sedangkan normalnya waktu untuk belajar menghadapi ujian adalah 2 tahun pembelajaran untuk sistem sekolah klasikal. Ini berarti para pendidik memiliki sekitar 1 tahun untuk memikirkan bagaimana akan menyampaikan silabus tersebut dalam kelas. Silabus mencakup daftar hal apa saja yang diharapkan akan dikuasai, dan akan diujikan. Tidak semua materi dalam silabus akan keluar di Ujian, karena akan terlalu panjang, namun tidak akan ada materi yang diujikan yang tidak tercantum dalam silabus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Free Blogger Templates